Kamis, 01 November 2012

jumlah korban tewas 2012

Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan sejak bulan Januari hingga September 2012, tercatat telah lima orang tewas akibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.Headline
"Jumlah korban tewas akibat tawuran pelajar pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sekarang ada lima orang tewas dalam aksi tawuran, sedangkan tahun lalu terdapat empat korban tewas," ujar Rikwanto, Jakarta, Kamis, (27/9/2012).

Menurutnya, biasanya tawuran dipicu dari saling ledek antarsiswa atau aksi saling lempar. Tawuran juga tidak hanya terjadi dikalangan pelajar yang tingkat sekolah menengah atas saja, namun juga di kalangan pelajar siswa SMP bahkan mahasiswa. "Akibatnya, total korban luka 14 orang dan tewas 5 orang," ucapnya.

Berikut data tawuran yang terjadi dari Januari hingga September 2012

1. Tawuran pelajar di Jalan Matraman, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, pada 19 April 2012, pukul 20.00 WIB. menyebabkan dua pelajar yakni Guntur (17) dan Harzan Saparta (17), harus dilarikan ke RS Pertamina.

2. Tawuran antar pelajar di Jalan Ampera RT 03 RW 05 Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada tanggal 3 Mei pukul 17.50 WIB. Seorang pelajar bernama Bayu Dwi Kurniawan (16), mengalami luka bacok di kepala bagian belakang dan tewas. sementara dua orang pelajar yakni Rahman Aldi (17) dan Muhaji Adenan (16) mengalami kritis.

3. Jalan Diponegoro, depan kampus YAI dan UKI Jakarta Pusat, pada tanggal 5 Mei pukul 00.30 WIB. Dalam aksi ini tidak ada korban. Mahasaiswa UKI mengendarai sepeda motor melawan arus, kemudian diteriaki saat lewat depan YAI. Tidak terima, mahasiswa UKI masuk ke kampus YAI, tapi ternyata di dalam ada 15 mahasiswa YAI. Lalu ia kabur.

4. Kampus UKI dan YAI di Jl Diponegoro, Senen, Jakarta Pusat, pada tanggal 8 Mei pukul 01.10 WIB. Keributan antar dua kelompok dengan saling lempar batu dan bom molotov.

5. Jalan Diponegoro, Kel. Kenari, Senen, Jakarta Pusat, tanggal 9 Mei pukul 19.30 WIB. Korban luka 2 orang yang tak terdata. Tawuran kedua pihak UKI dan YAI, masing-masing personel 50 dan 300 orang.

6. Tawuran antar pelajar di Bundaran Bulungan, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tanggal 29 Mei pukul 17.00 WIB. Lima pelajar SMAN 6 Jakarta, dua siswa SMAN 70 Jakarta, dan seorang anggota Patko Res Jaksel Linga Wisnu Pamungkas terluka. Dari TKP, polisi menyita barang bukti berupa tiga buah arit, 3 bambu runcing.

7. Tawuran antarapelajar SMA Budi Utomo dan Santa Yosep. di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pada 26 juli 2012 pukul 13.30 WIB. Korban bernama Roni (28). Korban saat itu berada di TKP, pada saat anak Budut saling ledek dengan anak Santa Yosep yang sedang menunggu bus, lalu terjadilah tawuran dan salah satu pelajar melempar air keras sehingga mengenai kaki korban sebelah kanan.

8. Stasiun Panjang, Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 29 Agustus pukul 15.45 WIB. Korban tewas bernama Jasuli (16). Saat itu korban sedang tawuran dengan pelajar lain. tiba-tiba datang KA dari arah Jakarta menuju Bekasi. Korban tak bisa menghindar dan terseret KA dengan luka di kepala.

9. Lokasi di Jalan Raya Sawangan, perempatan mesjid Mampang Pancoran Mas Depok, 13 September 2012, jam 14.30 WIB. Korban tewas bernama Didik Triyuda, kelas 3 SMK Baskara.

10. Jalan Mahakam, Bunderan Bulungan, Blok M Plaza, Kebayoran Baru, 24 September jam 12.20 WIB. Korban tewas Alawi Yusianto Putra, dari SMAN 6 jakarta. Korban luka Ramdan Dimas dan Diaz Fahlevi dari SMAN6. Pelaku Fitra Rahamdani saat itu mengacungkan celurit ke arah siswa SMAN 6 di sevel. Korban melarikan diri sejauh 10 meter namun dikejar pelaku, dari arah belakang, FR langsung mengayunkan celurit ke sebelah kanan
tubuh korban.

11. Tawuran di Jalan Sahardjo, Manggarai, pada Rabu 26 September yang menewaskan Deni Yanuar, siswa SMA Yake 66.[bay]

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
;