Untuk diterima sebagai siswa sekolah yang didanai Bill dan Melinda Gates Foundation tersebut tidaklah mudah. Persyaratan yang harus dipenuhi beraneka ragam dan bertaraf sulit, mulai dari nilai, ujian esai, matematika, dan sebagainya. Namun Harta, begitu penggemar ping-pong ini akrab disapa, mampu mengalahkan pendaftar lain yang mencapai 6.000-8.000 orang.
Untuk diterima sebagai siswa sekolah yang didanai Bill dan Melinda Gates Foundation tersebut tidaklah mudah. Persyaratan yang harus dipenuhi beraneka ragam dan bertaraf sulit, mulai dari nilai, ujian esai, matematika, dan sebagainya. Namun Harta, begitu penggemar ping-pong ini akrab disapa, mampu mengalahkan pendaftar lain yang mencapai 6.000-8.000 orang.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa
Anda dapat memahami dengan lebih baik di bawah bimbingan salah satu
instruktur dibandingkan dengan instruktur lain dalam subjek yang sama
persis? Jawabannya adalah hal itu bisa terletak pada cara instruktur
menyajikan informasi dan jenis gaya belajar yang melekat pada diri Anda.
Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda dan bisa belajar dengan
lebih baik melalui cara-cara yang berbeda.
Memahami gaya belajar yang Anda miliki
adalah cara terbaik untuk memaksimalkan proses belajar di kelas.
Setelah Anda menemukan gaya belajar Anda dan mengetahui metode terbaik
untuk membantu Anda dalam belajar melalui gaya itu, Anda akan terkejut
bila mengetahui betapa Anda dapat berkembang dengan pesat di dalam
kelas, bahkan di mata pelajaran yang sebelumnya Anda anggap susah dan
rumit.
1. 360º 3-D Holographic Displays
ZCam™ merupakan kamera video yang bisa merekam informasi hingga ke dalam bagian objek (yang biasa digunakan untuk membuat model 3D) video dan kemudian diproduksi oleh 3DV Systems. Teknologi ini berbasiskan prinsip "Time of Flight". Pada teknik ini, data ukuran 3D didapatkan dengan cara mengirim gelombang infra merah ke dalam scene video dan mendeteksi cahaya yang direfleksikan oleh permukaan objek pada scene video. Dengan menggunakan variabel waktu yang ditempuh oleh gelombang infra merah untuk mencapai objek target dan saat kembali, jarak bisa dihitung dan kemudian digunakan untuk membuat informasi 3D dari semua objek pada scene.

ZCam™ merupakan kamera video yang bisa merekam informasi hingga ke dalam bagian objek (yang biasa digunakan untuk membuat model 3D) video dan kemudian diproduksi oleh 3DV Systems. Teknologi ini berbasiskan prinsip "Time of Flight". Pada teknik ini, data ukuran 3D didapatkan dengan cara mengirim gelombang infra merah ke dalam scene video dan mendeteksi cahaya yang direfleksikan oleh permukaan objek pada scene video. Dengan menggunakan variabel waktu yang ditempuh oleh gelombang infra merah untuk mencapai objek target dan saat kembali, jarak bisa dihitung dan kemudian digunakan untuk membuat informasi 3D dari semua objek pada scene.
Dari
segi teknologi dan kecerdasan, mungkin kita masih kalah sama jepang.
Tetapi bukan cuma itu, bahkan dalam hal tawuran para ababil kita pun
masih kurang maju dan ketinggalan. hehe
1. Gaya
VS
Jepang : Gayanya keren dan rapi.
Indonesia : Acak acakan dan norak.
2. Geng Tawuran
VS
Jepang : kenangan sebelum tawuran, baju tetap keren, seperti boyband.
Indonesia : Kenangan setelah tawuran di tangkap polisi.
Indonesia bisa berbangga karena sudah mengenal virus lokal pada tahun 1988 dengan lahirnya virus lokal pertama bernama Den Zuk karya Denny Yanuar Ramdhani dari bandung.
Sebenarnya virus ini berperilaku sebagai anti virus yang menghapus virus bernama Brain. Dan yang patut dibanggakan ialah IBM mencatat program Den Zuk sebagai anti virus pertama didunia. Publikasi dari sang
Ainan Cawley, Si Anak Terpintar Di Dunia
sudah melekat pada seorang anak bernama Ainan Cawley, yang lahir pada
23 November 1999. Anak dari Valentine Cawley asal Inggris dan Ibu
Syahidah Osman asal Singapura itu menguasai kimia dan fisika saat masih
berusia tujuh tahun. Perlu untuk diketahui bahwa kemampuan itu, dalam
standar normal, baru bisa dicapai ketika usia 16 tahun. Saat ini, di
usianya yang masih sepuluh tahun-memasuki 11 tahun, Ainan melanjutkan
studinya di Universitas Help di Malaysia. Gambar di samping
memperlihatkan foto Ainan Cawley, si anak terpintar di dunia.
1. Memberi angka
Angka
dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak
siswa yang justru untuk mencapai angka/nilai yang baik. Sehingga yang
dikejar hanyalah nilai ulangan atau nilai raport yang baik. Angka-angka
yang baik itu bagi para siswa merupakan motivasi belajar yang sangat
kuat. Yang perlu diingat oleh guru, bahwa pencapaian angka-angka
tersebut belum merupakan hasil belajar yang sejati dan bermakna.
Harapannya angka-angka tersebut dikaitkan dengan nilai afeksinya bukan
sekedar kognitifnya saja.
Hadiah dapat menjadi motivasi belajar
yang kuat, dimana siswa tertarik pada bidang tertentu yang akan
diberikan hadiah. Tidak demikian jika hadiah diberikan untuk suatu
pekerjaan yang tidak menarik menurut siswa.
3. Kompetisi
Persaingan,
baik yang individu atau kelompok, dapat menjadi sarana untuk
meningkatkan motivasi belajar. Karena terkadang jika ada saingan, siswa
akan menjadi lebih bersemangat dalam mencapai hasil yang terbaik.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan
kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya
sebagai tantangan sehingga bekerja keras adalah sebagai salah satu
bentuk motivasi yang cukup penting. Bentuk kerja keras siswa dapat
terlibat secara kognitif yaitu dengan mencari cara untuk dapat meningkatkan motivasi belajar.
5. Memberi Ulangan
Para
siswa akan giat belajar kalau mengetahui akan diadakan ulangan. Tetapi
ulangan jangan terlalu sering dilakukan karena akan membosankan dan akan
jadi rutinitas belaka.
PERKELAHIAN atau biasa
dikenal dengan tawuran kini kembali marak terjadi dikalangan pelajar.
Tidak saja di Jakarta, dibeberapa kota besar seperti Surabaya, Medan dan
Makasar dalam sebulan terakhir sering ditemukan tawuran pelajar.
Beruntung kita di Bangka Belitung ini, hingga kini tidak terjadi tawuran pelajar.Semoga saja kualitas inetelektual dan emosional pelajar kita sudah diatas rata-rata para pelajar di Jakarta dan di kota-kota besar tersebut. Sehingga tawuran tidak menjadi alternatif para pelajar di Bangka dan Belitung untuk beraktualisasi dan berekspresi.
Karena masih banyak aktivitas kreatif lainnya yang positif dan mampu mendukung masa depan belajar yang lebih baik.Diantaranya olahraga, berkesenian, dan yang sekarang lagi populer adalah menjadi jurnalis sekolah, dalam wadah Student News Paper Bangka Pos Group.
Untuk itu, perlu kita tanamkan bersama kepada seluruh pelajar dan elemen masyarakat di Babel ini, bahwa perkelahian pelajar jelas merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas.
Beruntung kita di Bangka Belitung ini, hingga kini tidak terjadi tawuran pelajar.Semoga saja kualitas inetelektual dan emosional pelajar kita sudah diatas rata-rata para pelajar di Jakarta dan di kota-kota besar tersebut. Sehingga tawuran tidak menjadi alternatif para pelajar di Bangka dan Belitung untuk beraktualisasi dan berekspresi.
Karena masih banyak aktivitas kreatif lainnya yang positif dan mampu mendukung masa depan belajar yang lebih baik.Diantaranya olahraga, berkesenian, dan yang sekarang lagi populer adalah menjadi jurnalis sekolah, dalam wadah Student News Paper Bangka Pos Group.
Untuk itu, perlu kita tanamkan bersama kepada seluruh pelajar dan elemen masyarakat di Babel ini, bahwa perkelahian pelajar jelas merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas.
Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, tawuran ini sering terjadi. Data di Jakarta misalnya (Bimmas Polri Metro Jaya), tahun 1992 tercatat 157 kasus perkelahian pelajar. Tahun 1994 meningkat menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus.
Kalangan pengamat atau lembaga terkait dengan pendidikan seperti
terlecut suara petir ketika lagi-lagi mendengar seorang siswa tewas
akibat tawuran antarpelajar di Jakarta, Senin, 24 September 2012. Mereka
saling tuding siapa yang semestinya bertanggung jawab atas insiden
mematikan itu.
Alwi Yusianto Putra, siswa kelas X SMA Negeri 6, telah menjadi korban tawuran dengan para pelajar di SMA Negeri 70. Kedua sekolah ini bertetangga di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tawuran pelajar sesungguhnya telah menjadi perhatian Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono setelah kasus kekerasan di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
“Kekerasan di Don Bosco diminta Presiden agar tak terulang lagi,” ujar Badriah Fayuni, Koordinator Bidang Pendidikan di Komisi Perlindunagan anak Indonesia, mengutip pernyataan presiden beberapa waktu lalu.
Alwi Yusianto Putra, siswa kelas X SMA Negeri 6, telah menjadi korban tawuran dengan para pelajar di SMA Negeri 70. Kedua sekolah ini bertetangga di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Aksi tawuran pelajar sesungguhnya telah menjadi perhatian Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono setelah kasus kekerasan di SMA Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
“Kekerasan di Don Bosco diminta Presiden agar tak terulang lagi,” ujar Badriah Fayuni, Koordinator Bidang Pendidikan di Komisi Perlindunagan anak Indonesia, mengutip pernyataan presiden beberapa waktu lalu.
Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto
mengatakan sejak bulan Januari hingga September 2012, tercatat telah
lima orang tewas akibat tawuran di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Jumlah korban tewas akibat tawuran pelajar pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sekarang ada lima orang tewas dalam aksi tawuran, sedangkan tahun lalu terdapat empat korban tewas," ujar Rikwanto, Jakarta, Kamis, (27/9/2012).
"Jumlah korban tewas akibat tawuran pelajar pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Sekarang ada lima orang tewas dalam aksi tawuran, sedangkan tahun lalu terdapat empat korban tewas," ujar Rikwanto, Jakarta, Kamis, (27/9/2012).
Tawuran antarmahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali terjadi di Kampus UNM, Parangtambung, Makassar, Kamis (11/10/2012). Belum diketahui penyebab tawuran melibatkan dua kelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini.
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNM, Prof Heri Tahir menduga tawuran dipicu dendam lama.
Tawuran ini menyebabkan kerusakan pada gedung dan kendaraan bermotor. Dua mahasiswa yang sebelumnya terlibat tawuran juga tewas ditusuk saat berobat di RS Haji Makassar.
Pelajar sudah seharusnya menuntut ilmu dengna belajar, ingat tujuan
utama kalian sekolah ! yaitu menuntut ilmu setinggi langit, bahagiakan
orang tua dan raih cita-cita. Bukan untuk meninggikan emosi dan sifat
egois dalam diri yang akhirnya anarkis membunuh nurani kalian.
Jika mengingat cita-cita dan harapan bangsa terhadap pelajar yang menginginkan pelajar Indonesia menjadi penerus dan ujung tombak pergerakan dalam kemajuan dan ketentraman bangsa, namun harapan itu sangat kontras dan berbanding terbalik dengan realita yang ada saat ini. Masih heboh berita di pelbagai media tentang tauran pelajar SMAN 6 Jakarta, apakah seperti itu jiwa para pelajar Indonesia dewasa ini?
Tawuran pelajar tidak terjadi satu atau dua kali di Indonesia, melainkan sudah terjadi puluhan bahkan ratusan kali. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan yang teramat sering terdengar beritanya tentang tawuran pelajar disana. contohnya saja di Jakarta, sudah terjadi 157 kasus pada tahun 1992, mengalami peningkatan Tahun 1994 menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas (Bimmas Polri Metro Jaya), Pada 2010, tawuran pelajar tercatat berjumlah 28 kasus, sedangkan pada periode Januari - Agustus 2011, tawuran pelajar di Jakarta sudah tercatat sebanyak 36 kasus, dengan wilayah palin
Jika mengingat cita-cita dan harapan bangsa terhadap pelajar yang menginginkan pelajar Indonesia menjadi penerus dan ujung tombak pergerakan dalam kemajuan dan ketentraman bangsa, namun harapan itu sangat kontras dan berbanding terbalik dengan realita yang ada saat ini. Masih heboh berita di pelbagai media tentang tauran pelajar SMAN 6 Jakarta, apakah seperti itu jiwa para pelajar Indonesia dewasa ini?
Tawuran pelajar tidak terjadi satu atau dua kali di Indonesia, melainkan sudah terjadi puluhan bahkan ratusan kali. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Medan yang teramat sering terdengar beritanya tentang tawuran pelajar disana. contohnya saja di Jakarta, sudah terjadi 157 kasus pada tahun 1992, mengalami peningkatan Tahun 1994 menjadi 183 kasus dengan menewaskan 10 pelajar, tahun 1995 terdapat 194 kasus dengan korban meninggal 13 pelajar dan 2 anggota masyarakat lain. Tahun 1998 ada 230 kasus yang menewaskan 15 pelajar serta 2 anggota Polri, dan tahun berikutnya korban meningkat dengan 37 korban tewas (Bimmas Polri Metro Jaya), Pada 2010, tawuran pelajar tercatat berjumlah 28 kasus, sedangkan pada periode Januari - Agustus 2011, tawuran pelajar di Jakarta sudah tercatat sebanyak 36 kasus, dengan wilayah palin
Tawuran antara siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 6 dan SMAN 70 di
bundaran Bulungan, Jakarta Selatan, Senin, 24 September 2012,
menyebabkan seorang siswa SMA 6 tewas.
Menurut Kepala Reserse Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, siswa SMA 70 menyerang lebih dulu ke siswa SMA 6. Siang pukul 12.00, kata dia, murid-murid SMA 6 baru keluar dari sekolah. "Mereka baru habis ujian," kata Hermawan, Senin, 24 September 2012.
Sejumlah
siswa SMAN 6 mengacungkan jari tengah ke arah puluhan wartawan yang
sedang menggelar aksi di depan SMA 6, Jakarta (19/9). Aksi protes
puluhan wartawan ini terkait dengan pemukulan terhadap wartawan Trans7,
Oktaviardi, yang sedang meliput tawuran pelajar SMA 6 dengan SMA 70
Menurut Kepala Reserse Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, siswa SMA 70 menyerang lebih dulu ke siswa SMA 6. Siang pukul 12.00, kata dia, murid-murid SMA 6 baru keluar dari sekolah. "Mereka baru habis ujian," kata Hermawan, Senin, 24 September 2012.
Baru- baru ini terdengar seorang siswa SMU yang
meninggal karena korban Tawuran. Tawuran sering terjadi di antara pelajar.
Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU saja , tapi juga sudah melanda sampai ke
kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada
remaja-remaja sekarang ini. Dan ini adalah pemikiran negatif para pelajar.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan
Medan, tawuran ini sering terjadi. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah
perkelahian dan korban cenderung meningkat. Bahkan sering tercatat dalam satu
hari terdapat sampai tiga perkelahian di tiga tempat sekaligus. Malang sekali
nasip pelajar sekarang ini, yang dimana pada saat usia mereka mengenal
pendidikan yang dalam, mereka lebih memilih untuk mengikuti ego mereka
masing-masing untuk perkelahian yang merugikan diri sendiri.
Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan
banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian
pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri
jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas.
Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta
fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses
belaja
Langganan:
Komentar (Atom)






- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact